Rabu, 08 April 2009

Penunggu Raudah Di Masjid Nabawi





Syech Sambutan (Nama asli beliau Muhammad NA), adalah seorang penerus perguruan BC yang ada di Samarinda, beliau sejak beberapa tahun terakhir ini lebih fokus pada pemberdayaan spirit adik-adik seperguruan maupun rekan-rekan seperguruannya. Keseharian beliau sebagai Pengajar di salah satu Fakultas Teknik Universitas Swasta di Samarinda. Sebelumnnya beliau adalah pegawai negeri sipil yang mengajar di sebuah perguruan Tinggi Negeri di kota Banjarmasin, namun karena alasan keluarga yang ada di Samarinda beliau mengundurkan diri dan kembali ke tanah kelahirannya di Kalimantan Timur.

Sebagai seorang penerus BC dimana sebelumnnya di pegang oleh Mbah Iyo dan Ma Iyo (Eyang Putri atau istri dari Mbah Iyo), Setelah Mbah Iyo berpulang ke Rahmatullah, perguruan ini berkembang dan di bangun oleh rekan-rekan seperguruannya di beberapa tempat, diantaranya ada yang satu kota di Samarinda, serta beberapa kota lainnya seperti Balikpapan dan Trenggalek, Jawa Timur. Masih ada lagi di beberapa tempat namun belum terpromosikan secara luas.

Mengapa bergelar Syech Sambutan ?, rekan-rekan di perguruannya memanggil beliau dengan sebutan demikian karena beliau telah menunaikan ibadah haji dan telah melakukan ibadah umrah beberapa kali dan yang baru-baru ini bersama Eyang Putri (biasa di panggil Ma Iyo) juga melakukan ibadah Umrah. Mengapa ada embel-embel "Sambutan" karena beliau tinggal di daerah Gunung Sambutan, sesuai dengan falsafah Sambutan, beliau akan menerima tamu darimana saja rekan-rekan seperguruannya datang, artinya akan menyambut setiap tamu yang datang dengan ramah dan bersahaja. Di beranda belakang rumah beliau berdiri pendopo BC sebagai tempat pertemuan untuk menyambut tamunya sekaligus sebagai tempat rekan-rekan latihan atau menempa olah kanuragannya.

Selama di Tanah Suci (Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwaroh), setiap melakukan haji atau umrah, terutama di Madinah, beliau lebih banyak beribadah di tempat Raudah, di sekitar kawasan Raudah tersebut beliau cukup hapal dengan tempat-tempat yang bersejarah dan Mustajab (Tempat Ijabahnya do'a), Saat di dekat kawasan Raudah (di samping Makam Rasullullah SAW) tersebut terkadang banyak jamaah termasuk keluarga beliau, banyak yang bertanya dimana Raudah ?, beliau selalu menunjukkan di daerah itu Raudah dengan tanda-tanda pilar hijau dan karpet hijau. Pada tempat ini banyak jamaah berdoa untuk Rasullullah SAW serta doa lainnya termasuk untuk kesejahteraan, kesehatan, keselamatan dan keperluan yang positif lainnya. Kejadian aneh ini selalu terjadi,selalu bertanya kepala Syech Sambutan, terutama jamaah Indonesia. Inilah Af'al Allah Ta'ala yang dialaminya, aku ini seperti penunggu Raudah saja geretek hati (suara hati) sang Syech Sambutan, yach itulah Rahmat Allah serta Safa'at Rasullullah SAW. Muhammad Rasullulah itu adalah Kekasih Nya Allah dan Rasullulah itu adalah Junjungan kita, tauladan kita sekarang Rasullulah itu maujud pada batang tubuh siapa yang dikehendaki-Nya, untuk dapat menyampaikan setiap orang bertanya dimana Makam Beliau itu. Bukankah, Kata " Rasul" itu adalah penyampai. Ada pula yang mengatakan " Ya saidi Ya Rasullulah" Wahai kekasihku ya Rasullullah, Sampaikanlah Aku, sungguh kecil usahaku, Sampaikanlah aku, temukanlah aku. Tentunya yang Rahmatan lilalamin, pembawa Rahmat bagi seru sekalian alam.

Tidak hanya itu saja, tempat lainnya yang sering diberi tahu oleh Syech Sambutan, seperti : Pintu Jibril, mimbar kecil dimana Rasulullah sering menerima wahyu dari Jibril yang terletak di sekitar Raudah dan makam Rasullullah pemimpin Umat di dunia ini. Tempat-tempat ini jarang sekali di beri tahu oleh pembimbing haji (Mutawwaf).

Rabu, 01 April 2009

PENDEKAR ITU NAIK HAJI


Telah lama menjadi impian sang Pendekar untuk naik haji, namun belum ada langkah dan biaya yang cukup untuk menunaikan kewajiban tersebut. Namun entah mengapa setelah berusaha cukup gigih akhirnya doa itu menjadi kenyataan, hasil penjualan properti tertentu membuatnya untuk melaksanakan niatnya untuk pergi ke Tanah suci alias Makkah Al Mukarramah. Walaupun kali ini bukan haji besar namun hanya haji kecil alias Umrah, tentu tidaklah mengapa yang penting doaku di dengar oleh Nya. Gumam sang Pendekar. Kini pendekar itu telah merasakan nikmatnya Sang Kholik untuk membawanya berkeliling Ka'bah dan Kota Makkah termasuk Madinah yang menjadi kewajiban untuk di Kunjungi. Aku ingin memancing Allah kelekarnya biar hatiku tambah yakin dan tambah semangat untuk bisa terus mengunjungi Baitullah Mu. Amiien. Memang sebagian orang masih bingung dengan kalimat Memancing Tuhan itu, bukakah Sadaqoh juga memancing Rahmat Allah dengan datangnya pertolongan untuk apa saja termasuk untuk memberikan kecukupan dalam hal apa yang dia inginkan sesuai dengan Kudratnya Allah. Kita Tunggu saja hasilnya dengan Istiqomah dalam kelaisaan Nya.