Minggu, 17 Oktober 2010
Misteri Rizki
Kemarin coba menemani kawan untuk melihat-lihat tanah kapling di Kel. Makroman di belakang penangkaran buaya, setelah mencari lahan dan nomornya tidak ada maka kami pulang. Melihat kondisi lahan cukup jauh juga dari Samarinda Kota, lahan tersebut adalah lahan gambut yang miskin akan hara. Lahan setelah tidak terawat di tumbuhi oleh belukar, cukup lebat juga. Setelah mobil meluncur ke luar lokasi dan tiba di jalan besar, maka sambil bercerita eh tak tahunya sudah ada penjual es kelapa di pinggir jalan. Menghilangkan haus kami coba mampir, setelah masing-masing mengkonsumsi sebuah kepala hijau yang lezat, perjalanan di teruskan ke mengunjungi rumah haji di kel. Sambutan. Cukup melihat sejenak, kemudian lanjut lagi untuk pulang. Tanpa terasa matahari sudah cukup tinggi. Perjalanan sudah mendekati gunung Rawa Indah, di atas gunung sambil mobil melaju haji mengajak makan siang. Setelah selesai makan siang, baru negoisasi harga tanah, eh tahu-tahu dapat uang dengar untuk membeli satu kapling tanah seluas dua Hektar di Dalam hutan Jonggon. lumayan dech. Samasekali tidak menyangka dapat rizki dapat menambah satu surat tanah lagi seluas 2 hektar di hutan Jonggon. Sungguh misteri rizki ini sulit di tebak, di kira dapat uang malah tidak, di kira nda ada apa-apa malah dapat rizki. terima kasih Tuhan Atas Kemurahan mu, sungguh Misteri rizki yang sulit untuk di tebak., amiiiin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar